Minggu, 05 Februari 2012

TV PROTEK




001  Kerja bagian power suply (SMPS)
Tegangan keluaran B+ power suply hanya 90v dan menggunakan sistim Buck SMPS, dimana pada transistor power tegangan masuk ke kolektor adalah 300v dan tegangan keluaran dari emitor adalah 90v.
Saat stand-by :
  • Tegangan keluaran sekunder 35 v masih rendah untuk mensuply mikrokontrol. 
  • Tegangan keluaran 90v masih rendah. Tegangan ini dikontrol on-off oleh mikrokontrol pin-24 melalui Relay yang didrive oleh transistor Q803. Pada saat st-by jika pesawat dihidupkan maka relay akan hidup sebentar kemudian mati lagi, ini adalah hal yang normal, jadi jangan diterjemahkan sebagai problem protek. Tekan saja tombol chanel, maka relay akan on terus.
  • 002   Problem SMPS tidak kerja
    Jika SMPS tidak kerja, dan diperiksa tegangan 300v maupun semua transistor ok, maka kemungkinan kerusakan disebabkan :
  • Periksa resistor start-up R802, R803 470K
  • Periksa sirkit umpan balik agar SMPS berosilasi R806, C807
    003  Problem mati total dengan bunyi nggiii...k
    Paling sering dijumpai kerusakan dengan  problem pesawat mati dengan gejala bunyi ngiiii..kkk ketika dihidupkan.
  • Ada bunyi ngiiiik, menunjukkan bahwa SMPS sudah bekerja tetapi gejala bahwa beban ada yang short.
  • Kerusakan paling sering diketemukan karena zener D835 56v/1watt yang berfungsi sebagai over voltage protektor pada tegangan keluaran 35v short.
  • Tanpa dipasang diode sebenarnya pesawat dapat hidup normal. Tetapi resikonya jika terjadi over voltage dapat menyebabkan resistor R649 820 ohm untuk men-suply tegangan H vcc akan terbakar dan dapat merusak AN5192K.
  • Kalau tidak ada diode zener 1 watt, maka dapat digunakan pengganti 2 buah diode 1/2watt dengan cara disambung paralel.



004  Penyebab over voltage.
Menjumpai zener 56v short, maka untuk mencegah kerusakan berulang periksa part-part yang kemungkinan dapat menyebabkan over voltage. :
  • Periksa dengan ESR meter semua elko-elko pada bagian primer maupun sekunder sirkit power suply.
  • Periksa komponen D807, R826 22 ohm, elko C805 47u/50v, dan Zener D806 pada sirkit primer SMPS.

005  Cara kerja Auto-search stop.
Agar auto-search dapat bekerja mikrokontrol membutuhkan 2 macam pulsa masukan :
  • Pulsa tegangan AFT dari pin-30 AN5192K yang masuk ke pin-21 mikrokontrol
  • Pulsa tegangan Lock-det dari pin-18 AN5192K yang masuk ke Stop-in pin-40 mikrokontrol



006  Problem tidak ada suara, gambar normal.
Kerusakan lain yang sering terjadi adalah tidak ada suara, gambar normal.
  • IC sound menggunakan tipe AN5270 yang membutuhkan suply 12v pada pin-1 dan 16v pada pin-8. 
  • Problem disebabkan oleh D2301 (MA185) pada jalur suply pin-1 yang rusak.
  • Pengalaman kami diode ini dapat diganti dengan sembarang diode.



007.  Tegangan 90v drops - info aisy-romadhona
Gambar tidak penuh kiri-kanan disebabkan karena tegangan 90v drops. Penyebabnya adalah elko pada tegangan B+ 90v kering

008  Tombol-tombol pada front panel tidak fungsi - info aisy romadhona
  • Masuk service menu dengan cara tekan tombol Vol (-) pada panel teve dan Display pada remote secara bersamaan.
  • Tekan tombol NORMAL pada remote kontrol



009   Relay cetak-cetik
  • Disebabkan kerusakan diode  D808 yang lokasinya berhubungan dengan relay - info hrservice




010  Data utama pin-out MN152811TZX
Vcc    = 1               HS-in    = 30                POWER     = 24              VOL = 6 
Reset = 7              VS-in     = 22               Band sw 1 = 10
SDA   = 36           AFT-in   = 21                Band sw 2 = 12
SCL    = 37           STOP-in = 40              TUNING = 17
  
011  Data utama pin-out AN5192K
Hvcc     = 51          RF AGC-out  = 27           V-out = 58                 Vcc IF 5v = 23
H-out    = 56          AFT-out       = 30              V-ramp = 44             Vcc RGB 9v = 14
X-ray    = 55          Lock det out = 18             S IF-in = 34               Vcc V/C/J 9v = 47
H osc    = 54         Video-out     = 36             Audio-out = 28
H-AFC1 = 53        Y-in             = 43              Ext audio in = 33
H-AFC2 = 52        Chroma-in    = 48           Color APC = 6
FBP-in  = 50         Sync-in         = 45/46      Color killer = 4

Sering kami mendapat pertanyaan tentang Polytron yang mati stand by tidak mau “on”. Oleh karena itu disini sedikit kami ulas cara kerja sirkit kontrol 0n-off Polyton yang menggunakan power suply seperti gambar dibawah ini (biasanya yang menggunakan FET FS7UM)
clip_image002
Saat Posisi stand by.
  • Pin-36 kontrol power dari mikrokontrol mengeluarkan tegangan “high”
  • Basis T506 ada tegangan sekitar 0.6v >> transistor “on” dan C-E seperti dishortkan >> kolektor tegangan nol >> dan transistor T505 kondisi “on”
  • Arus photocoupler akan seperti dishortkan langsung ke ground lewat D511 >> T506. Akibatnya semua tegangan sekunder drops. Tegangan pada D504/elko C505 masih rendah hanya sekitar 12v
  • Suply 5v untuk mikrokontrol akan diberikan dari tegangan 12v ini >> T505 >> Regulator 5v T504 (yang ada zener 5.6v)
  • Pada st-by  tegangan B+ hanya sekitar 30v, tegangan 40v hanya sekitar 12v, tergangan 14v hanya sekitar 4v.
Saat posisi Power-on
  • Pin-36 kontrol Power dari mikrokontrol akan berubah menjadi “nol”
  • Basin T506 tegangan nol >> transistor “off” >> kolektor ada tegangan >> transistor T505 berubah menjadi “off”.
  • Arus photocoupler yang semula langsung dishortkan ke ground sekarang ganti akan dilewatkan IC504 KA431 dari pin-3 ke pin-2 (ground). KA431 merupakan “error correction” untuk menstabilkan tegangan B+.
clip_image004
  • Semua tegangan sekunder akan berubah naik menjadi normal.
  • Karena T505 sekarang berubah menjadi “off”, maka tegangan 5v untuk suply mikrokontrol akan ganti diberikan dari sumber 14v >> R512 >> D510.
  • Pada saat yang sama suply Vcc untuk Horisontal –start akan mendapat tegangan suply 8v dari sumber 14v >> R508 >> Regulator 8v T502.
clip_image006
 
TROBELSHUTING
Stand by tidak mau “on”
  • Cek apakah tegangan suply Vcc 5v untuk mikrokontrol normal
  • Paling sering dijumpai karena elko filter C505 untuk tegangan 40v kering. Elko kering mengakibatkan tegangan keluaran menjadi drops.
  • Pesawat on sebentar terus mati. Kadang disebabkan karena kerusakan D510. Karena hal ini menyebabkan tegangan 5v saat power-on untuk mikrokontrol drops
Saat di “power-on” tegangan B+ tidak mau naik ke normal (115v)
  • Periksa apakah basis T506 tegangan sudah dapat berubah menjadi nol. Kalau tidak mau nol
  • Coba lepas T505 – tegangan B+ seharusnya dapat naik menjadi normal. Kalau tidak dapat naik menjadi normal maka kemungkinan problem pada bagian switching regulator. Periksa elko B+ mungkin kering atau FET rusak.
Saat “power-on” horisontal tidak kerja
  • Periksa apakah Hor Vcc sudah mendapat tegangan 8v
  • Periksa tegangan suply 14v
  • Problem dapat disebabkan elko flter 14v kering atau sirkit regulator 8v ada yg problem
Problem mikrokontrol
  • Basis T506 tidak mau berubah ke nol saat di-power-on
  • Periksa tegangan suply Vcc 5v mikrokontrol
  • Periksa pin osilator apakah ada tegangan sekitar 1 ~ 2v.
  • Perisak pin-reset apakah sudah ada tegangansekitar 4v
  • Periksa jalur SDA/SCL mungkin ada yang sedikitshort
Ini adalah salah satu pengalaman trik kami dalam mencari penyebab protek.
Kali ini kami menerima pasien rujukan mati protek LG model chasis MC994C yang menggunakan mikrokontrol M37211M8-222 yang dikirim pcb-nya saja. Sepengetahuan kami LG sangat jarang menggunakan sirkit protektor, tetapi model yang baru pertama kali kami jumpai ini selalu mati protek setelah dihidupkan beberapa detik.   
  • Langkah pertama yang selalu kami lakukan setiap kali akan merepair suatu model yang baru pertama kali kami jumpai adalah untuk mendapatkan skematik. Tidak bisa mendapatkan skematik chasis ini, tetapi kami bisa mendownload chasis MC994A, dimana mikrokontrol yang digunakan nampaknya sama, yaitu dengan part nomor MC3V211. Kontrol-POWER ON-OFF adalah pin-5 dan PROTEK-input adalah pin-6 (tertulis ABS atau ABNORMAL) yang merupakan B+ Over Current protektor. Pada kondisi normal pin-protek ada tegangan adalah “high” 
  • Langkah kedua kami lumpuhkan sistim protek dengan cara melepas sebuah transistor yang terdapat pada sirkit protektor dengan tujuan agar pin-protek “terkunci” pada pada tegangan “high” terus.
  • Tetapi hasilnya pesawat tetap selalu mati protek, sebelum rasternya sempat menyala.


Pusing kali ini. Apa kira-kira penyebab protek lainnya? Trus mau diapakan lagi?
Setelah sempat tertunda beberapa hari sambil memikirkan apa kira-kira yang memicu sistim proteknya, maka kami ingat salah satu petunjuk penting dalam melacak suatu kerusa, bahwa :

SALAH PETUNJUK KERUSAKAN TEVE DAPAT DIKETAHUI DARI TAMPILAN RASTER
  • Pesawat model ini akan hidup jika tegangan pada kontrol power on-off mikrokontrol berubah dari “low” ke “high”
    Oleh karena itu kontrol power kami “kunci” agar selalu pada tegangan “high” dengan cara meng-“open” pin-POWER (solderan pin-power disedot)
  • Dengan demikian raster dapat menyala terus dengan menaikkan sedikit tegangan screen. Raster menyala polos dan vertikal menyempit. Hal seperti ini biasa terjadi karena pada kondisi ini mikrokontrol belum bekerja.
  • Tombol CH-UP ditekan dan mikrokontrol akan bekerja. Raster menyala normal dengan noise (disini nampaknya memori chanel hilang) selama beberapa detik dan kemudian kembali polos. Hal ini terjadi karena mikrokontrol mati protek. 
  • Kami ulangi hidupkan sambil mengamati raster. Ternyata raster tidak menampakkan tampilan OSD.
  • Maka pelacakan kerusakan kali ini kami fokuskan dahulu pada penyebab OSD tidak muncul. Kami ambil osiloskop dan kami periksa apakah ada pulsa-pulsa pada pin-HS (Horisontal sync) dan pin-VS (Vertikal Sync) pada mikrokontrol yang merupakan syarat utama untuk menampilkan OSD.
  • Ternyata pin-VS tidak ada input pulsa-pulsa dari bagian Vertikal out. Dan penyebabnya adalah kerusakan sebuah resistor pada jalur ini.
  • Setelah resistor kami ganti, OSD langsung muncul. Dan senangnya lagi ternyata mikrokontrol tidak protek lagi. 
Kali ini kami “'baru tahu” jika mikrokontrol LG M37221M8-221 atau MC3V221 akan menyebabkan mati protek jika tidak mendapatkan pulsa-pulsa pada pin-VS. Setahu kami selama ini adalah bahwa jika tidak ada pulsa-pulsa pada pin-VS akan menyebabkan tampilan OSD tidak muncul atau menyebabkan raster gelap.
Kali ini kami akan bercerita tentang tips dan trik lainnya dalam melacak kerusakan mati protek. Model yang kami hadapi adalah pcb SHARP yang menggunakan IC UOC SMD dengan tipe M61262 (ic surface mount device) dengan problem mati protek beberapa detik setelah teve dihidupkan sehingga raster belum sampai nyala. Model ini adalah merupakan model yang baru pertama kami jumpai, dan kami belum mempunyai skematiknya sama sekali.
 

Trik yang akan kami gunakan adalah dengan melihat “gejala nyala raster” untuk mendapatkan petunjuk bagian mana yang problem. Misalnya jika raster nyala satu garis maka hal ini menunjukkan bahwa problem ada pada bagaian vertikal. 
  • Karena pesawat selalu mati protek dalam beberapa detik, maka tak mungkin kita bisa melihat raster, karena pesawat sudah mati sebelum heater sempat panas.
  • Trik yang kami gunakan adalah memberi tegangan heater dari sebuah tranfo step-down 1Ampere dari luar dengan tegangan 6v AC. Agar nantinya tegangan heater dari flyback tidak crash dengan tegangan ini, maka kami putus hubungan jalur tegangan heater dari flyback dengan cara melepas resistor yang biasa dipasang pada jalur heater. 
  • Sebelum pesawat dihidupkan maka tegangan heater dari luar ini kami hidupkan lebih awal agar heater panas terlebih dahulu. 
  • Sehingga ketika pesawat kami hidupkan, maka raster bisa langsung muncul sesaat. Dan pada contoh kasus yang lagi kami hadapi raster nampak polos putih terang dengan disertai garis-garis blangking.
  • Kami coba kecilkan tegangan screen. Raster tetap nampak polos blangking ketika dicoba hidupkan lagi. 
  • Raster kami kecilkan sampai minim, hasilnya tetap tidak mau gelap. 
  • Maka dari gejala yang ditunjukkan ini, kami langsung memberikan analisa bahwa problem kemungkinan disebabkan karena tidak ada tegangan video 180v. 
  • Ketika kami periksa tegangan tersebut, ternyata memang benar tidak ada. Kerusakan disebabkan karena resistor UFR (unflamable resistor) dari pin-flyback ke diode penyearah 180v putus.

PROBLEM :  Raster dapat hidup normal dengan noise tanpa antena.  Ketika jack antena dicolokkan (ada gambar) pesawat langsung mati protek. Kalau level britnes atau screen dikecilkan kadang problem dapat tidak terjadi lagi.
Ada 2 kemungkinan  sistim protektor yang dapat memicu problem seperti ini, yaitu :
  1. B+ Over current protektor
  2. ABL protektor
1. B+ over current protektor disampling dengan sebuah resistor (nilai beberapa ohm saja) dan sebuah transistor yang dipasang pada jalur B+ ke flyback (Emitor-Basis paralel dengan resistor). Pada kondisi normal  kolektor–emitor transistor pada kondisi “off”. Jika arus yang melalui resistor melebihi dari nilai yang ditentukan, maka kolektor-emitor akan “on” sehingga memicu sirkir protektor aktip bekerja. Kerusakan dapat disebabkan karena nilai resistor molor. Untuk melumpuhkan  protektor dapat dilakukan dengan men-jumper resistor atau melepas transistor
2. ABL protektor disampling dari tegangan ABL. Pada saat noise tegangan ABL normal. Pada saat antena dicolokkan (ada gambar) tegangan ABL akan drops sehingga memicu ABL protektor aktip bekerja.  Kerusakan biasanya disebabkan karena resistor ABL yang dipasang pada arah jalur B+ nilainya molor (nilai umumnya ratusan kilo hingga mega ohm). Untuk melumpuhkan protektor maka hubungan antara sirkit ABL dengan pin-protektor diputus (kalau hubungan menggunakan sebuah diode, lepas diode ini)
Didalam skema umumnya pin-input mikrokontrol untuk sensor masukan mati protek (yang menyebabkan led kedip) diberi nama “PROT” atau “X-ray”. Tergantung dari modelnya, menurut pengamatan kami sebagai sumber triger tidak selalu sama dan dapat diperoleh antara lain dari :
  • Pulsa-pulsa vertikal yang disearahkan  menjadi tegangan dc dari sirkit vertikal-out (V guard)
  • Pulsa-pulsa dari flyback yang disearahkan menjadi tegangan dc (X-ray atau EHT)
  • Tegangan-tegangan output regulator (misalnya tegangan output 7805, 7809, 7812, atau tegangan 180v)
  • Tegangan ABL (jika tegangan ABL drops protektor kerja)
  • Arus suply B+ (over current)
  • Arus suply bagian vertikal-out (over current)
  • Data memori korup 
Suatu saat kami menjumpai problem mikrokontrol protek (Sony dengan mikrokontrol CXP85224). Kami lacak lewat skema pin-Xray input tidak digunakan. Lalu dari mana sumber yang digunakan  sebagai input kerja protektor? Kami periksa dari skema tidak ada satupun dari contoh sumber-sumber protek diatas dihubungkan ke mikrokontrol.
Setelah cari-cari informasi kesana-sini dan kami coba.
  • Ternyata bahwa mikrokontrol tidak terima sinyal VS (vertikal sync) sebagai penyebab mati protek. Kerusakan disebabkan karena  transistor inverter pada jalur sinyal VS rusak. Sinyal VS dan HS (horisontal sync) paa mikrokontrol umumnya diperlukan sebagai sinyal pembentuk OSD.
  • Pengalaman kami yang lain pada model-model tertentu, tidak ada sinyal VS ke mikrokontrol  dapat menyebabkan sinyal video blank (raster gelap).

001 Bagaimana yang dimaksud mati protek atau rusak protek.
Pesawat televisi yang diperlengkapi dengan sirkit protektor, maka ada beberapa kemungkinan yang dapat terjadi jika terjadi problem pada salah satu sirkitnya.
  • Protek bagian horisontal - Ketika pesawat dihidupkan bagian horisontal akan hidup sebentar, tetapi kemudian mati lagi. Pada saat mati jika diukur pada horisontal driver menunjukkan bahwa tidak ada sinyal drive. Jika colokan listrik dicabut kemudian dicoba diulang dihidupkan lagi maka kejadian serupa akan terulang lagi. Tetapi jika jika basis transistor HOT coba diopen atau transistor HOT dilepas ternyata sinyal drive dapat hidup terus.
  • Protek bagian mikrokontrol - Jika diperiksa tegangan mikrokontrol pada pin kontrol power on-off, ketika pesawat dihidupkan kontrol power mau "on" sebentar kemudian kembali "off". Jika colokan listrik dicabut power mau "on" lagi tetapi sebentar kemudian tetap kembali "off". Pada model-model tertentu kadang pada saat pesawat mati ditandai dengan nyala led indikator yang kedip-kedip
  • Protek tabung gambar - Pesawat dapat dihidupkan tetapi raster gelap. Dicoba tegangan screen dinaikkan raster dapat nyala normal atau nyala 1 garis horisontal.
  • Protek bagian power suply - Pesawat jika dihidupkan tegangan B+ dari power suply ada sebentar tetapi kemudian hilang atau drops. Atau tegangan power suply ada tetapi sedikit drops dan tegangan goyang-goyang, yang disebabkan karena power suply hidup-mati berulang terus menerus.
Ada model televisi yang tidak menggunakan sistim protektor sama sekali, ada yang menggunakan hanya satu sistim protektor, tetapi ada pula yang menggunakan beberapa sistim protektor sekaligus. Sistim protektor sengaja dibuat dengan tujuan tertentu. Melacak kerusakan yang menyebabkan protek kadang menyulitkan, karena pesawat selalu mati sendiri sebelum kita dapat melakukan pengukuran-pengukuran. Dengan mengenal berbagai macam sistim protektor dan memahami cara kerjanya maka akan sangat membantu mengatasi kesulitan-kesulitan ini.
Macam-macam sistim protektor pesawat televisi :
  • Protektor x-ray
  • Protektor vertikal
  • Protektor B+ over current (OCP)
  • Protektor B+ over voltage (OVP)
  • Protektor ABL
  • Protektor tegangan suply (jika short atau putus)
  • Protektor white balance
  • Protektor sirkit power suply (SMPS)
02 Protektor x-ray (sinar-x)
Merupakan sistim protektor yang diterapkan paling awal dalam teknik televisi, oleh karena itu paling banyak dijumpai pada pesawat model-model lama. Jika tegangan tinggi anode tabung gambar dari tranfo flyback melebihi batas yang diperbolehkan, tabung gambar dapat menghasilkan sinar-x dari bagian anode dan shadowmask yang dibombardir oleh elektron-elektron kecepatan tinggi. Untuk menghindari problem ini maka dipasang sikit protektor x-ray, dimana secara otomatis "bagian horisontal akan dimatikan" jika tegangan tinggi dari flyback over.

002.1 Cara kerja protektor x-ray :
Tegangan tinggi flyback disampel (umumnya diambil dari pin-heater), disearahkan dan diturunkan menggunakan pembagi (devider) yang menggunakan resistor-resistor jenis presisi tinggi. Tegangan sampel inilah yang digunakan untuk mengetahui apakah tegangan flyback kondisinya normal atau over.
  • Sebuah "diode zener" sebagai sensor dihubungkan ke tegangan sampel ini. Pada kondisi normal besarnya tegangan sampel adalah dibawah nilai tegangan zener sehingga diode pada kondisi "off" atau tidak tembus.
  • Seumpama ada kejadian tiba-tiba tegangan flyback naik - maka tegangan sampel akan naik melebihi nilai tegangan diode, yang menyebabkan diode "on" atau tegangan menembus diode, yang akan memicu protek aktip bekerja.


002.2 Ada beberapa macam cara sirkit protektor x-ray mematikan pesawat.

  • Protektor mematikan bagian horisontal dengan cara men-short-kan tegangan H.Vcc ke ground. Sebuah transistor kolektornya dipasang pada jalur H.Vcc dan emitornya disambung ke ground. Pada kondisi normal basis transistor ini tegangannya adalah nol. Jika tegangan flyback naik dan diode zener tembus, maka basis akan mendapat tegangan positip (0.5V) dari diode zener. Kolektor-emitor transistor akan short sehingga osilator horisontal kehilangan tegangan suply H.Vcc. Contoh adalah model JVC yang menggunakan ic M52016SP.
  • Protektor mematikan bagian horisontal dengan cara men-short-kan ke ground tegangan basis transistor hor-drive, sehingga bagian horisontal mati tidak kerja. Sebuah transistor sebagai protektor kolektornya dipasang pada jalur basis transistor hor-drive dan emitornya disambung ke ground.
  • Perkembangan selanjutnya adalah diproduksinya jenis IC jungel yang mempunyai pin-input untuk x-ray protektor. Pada kondisi normal pin x-ray tegangannya adalah nol. Jika tegangan flyback over maka pin-input X-ray akan mendapat tegangan positip yang akan menyebabkan osilator horisontal tidak kerja (walaupun tegangan H.Vcc mungkin masih ada). IC jungel yang mempunyai fasilitas koreksi EW protektor diinputkan lewat pin-EHT yang berfungsi sebagai kontrol EW sekaligus sebagai input protektor x-ray.
  • Berapa model pesawat ada yang menghubungkan protektor x-ray ke bagian mikrokontrol. Jika x-ray aktip bekerja maka mikrokontrol akan membuat pesawat mati melalui kontrol "power off"
  • Catatan : Banyak model-model yang tidak lagi memasang sirkit protektor x-ray, hal ini disebabkan karena saat ini sudah dapat diproduksi jenis tabung gambar yang hanya sedikit sekali mengeluarkan sinar-X jika tegangan anode melebihi batas.


002.3 Data beberapa contoh lokasi pin x-ray input IC jungel
AN5160 (pin-3), AN5192 (pin-55), AN5195 (pin-55), AN560x (pin-20),
CXA1213 (pin-22), CXA2060 (pin-18), CXA2130 (pin-18), CXA1870 (pin-30),
M51407 (pin-15), M52770 (pin-36)
TA1282 (pin-29), TA7689 (pin-30), TA8690 (pin-20), TA865x (pin-52), TA8719 (pin-52), TA8725 (pin-30)
TDA83xx (pin-50), TDA88xx (pin-50), TDA93xx (pin-36)




002.4 Problem-problem yang dapat memicu protektor x-ray aktip bekerja :

  • Kerusakan bagian power suply yang menyebabkan tegangan B+ over atau salah adjustmen
  • Kapasitor resonan pada kolektor transistor HOT nilai menurun atau solderan lepas
  • Tranfo flyback pengganti yang dipasang tidak cocok.
  • Kerusakan salah satu part pada sirkit sensor protektor x-ray sendiri


003 Protektor over current B+ (OCP)
Pesawat televisi tidak mempunyai protektor B+ OCP, maka dapat tejadi hal-hal sebagai berikut.

  • Jika flyback rusak menyebabkan flyback terbakar dan mengeluarkan asap.
  • Def yoke rusak dapat terbakar dan mengeluarkan asap
  • Jika ada kerusakan flyback atau def yoke dapat menyebabkan transistor HOT rusak.
Protektor B+ OCP dapat dihubungkan kebagian mikrokontrol dan akan memicu mikrokontrol "power off" jika arus B+ ke flyback melebihi batas. Tetapi ada pula yang dihubungkan ke protektor horisontal untuk mematikan osilator. Sensor protektor B+ OCP berupa sebuah "sebuah power resistor dan sebuah transistor" yang dipasang seri pada jalur suply B+ ke flybak. Jika arus yang melalui resistor ini melebihi batas akan menyebabkan adanya "tegangan drops" pada kedua ujung kaki resistor ini dan menyebabkan transistor "on" yang memicu adanya tegangan pada pin x-ray mikrokontrol.




003.1 Problem-problem yang dapat memicu protektor B+ OCP :

  • Kerusakan Flyback
  • Kerusakan Def Yoke
  • Britness gambar over
  • Kerusakan bagian ABL
  • Kerusakan tabung gambar
  • Kerusakan pada sirkit video RGB
  • Tidak ada tegangan 180v
  • Ada kerusakan pada salah satu sirkit yang mengambil suply dari flyback sehingga beban flyback over, misalnya IC vertikal-out short.
  • Kerusakan pada sirkit protektor sendiri.


004 Protektor-vertikal (istilah lain CRT protektor atau Vertikal Guard atau Neck protektor)
Jika bagian defleksi vertikal tidak bekerja, maka raster akan nyala satu garis horisontal. Hal ini dapat menyebabkan lapisan phospor tabung gambar rusak terbakar jika pesawat dibiarkan tetap hidup dalam jangka lama.
Ada beberapa macam sistim hubungan protektor-vertikal :

  • Protektor disambungkan bersama protektor x-ray ke bagian horisontal yang akan memicu osilator horisontal tidak bekerja
  • Protektor disambungkan kebagian mikrokontrol yang akan memicu untuk "power off" sehingga pesawat akan mati secara otomatis atau pesawat tetap hidup tetapi raster menjadi gelap (level britnes diturunkan).


004.1 Cara kerja sistim protektor-vertikal yang dapat dijumpai ada beberapa macam :

  • Menggunakan sampling pulsa-pulsa dari IC vertikal-out yang dihubungkan ke mikrokontrol. Jika mikrokontrol tidak menerima pulsa-pulsa ini maka protektor akan bekerja.
  • Menggunakan sampling dari tegangan suply Vcc IC-vertikal yang dihubungkan ke IC mikrokontrol menggunakan sebuah diode. Pada kondidi normal ada tegangan pada pin-protek IC mikrokontrol. Jika tegangan suply Vcc short atau putus maka tegangan pada pin-protek mikrokontrol akan ikut short ke ground lewat diode dan memicu protek untuk aktip bekerja
  • Menggunakan sampling arus suply IC vertikal-out yang akan aktip bekerja jika arus suply melebihi batas. Sebagai sensor protektor disini dipasang seri sebuah resistor dan sebuah transistor pada jalur suply dimana cara kerjanya mirip dengan OCP.


004.2 Problem atau kemungkinan yang dapat menyebabkan protektor-vertikal aktip bekerja :

  • IC vertikal-out short (rusak)
  • Tidak ada tegangan suply ke IC vertikal-out.
  • Jalur pulsa dari IC vertikal-out ke mikrokontrol putus atau ada part yang rusak
  • Bagian defeleksi vertikal tidak bekerja (kerusakan pada IC jungel)


005 Protektor tegangan suply (regulator).
Jika ada salah satu tegangan rendah tidak mengeluarkan tegangan atau short, maka menyebabkan protektor ini akan aktip bekerja. Tidak semua regulator dipasang protektor. Regulator yang diberi sensor-protektor setiap model tidaklah tentu, misalnya pada tegangan 5V, tegangan 8V, tegangan 12V, tegangan tuner, tegangan penguat audio. Dengan sebuah diode tegangan-tegangan ini dihubungkan ke pin-protek IC mikrokontrol. Pada keadaan normal pin-protek ada tegangan. Jika salah satu regulator rusak tidak mengeluarkan tegangan karena shot atau putus maka tegangan pada pin-protek akan ikut berubah menjadi "nol" dan akan memicu mikrokontrol akan mematikan pesawat "power off"




005.1 Melacak kerusakan bagian regulator yang menyebabkan protektor aktip kadang sedkit sulit dilakukan karena pesawat selalu mati sendiri sehingga kita tidak sempat melakukan pengukuran-pengukuran.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melacak kerusakan.

  • Ukur tegangan Vcc pada setiap pin-output regulator dengan cara cabut-pasang colokan listrik. Jika ada tegangan kemudian hialng, berarti regulator bagian tersebut tidak masalah.
  • Lepas hubungan diode-diode pada pin-protek (hal ini perlu skematik diagram)
  • Mengunci agar pin-protek selalu dalam kondisi ada tegangan dengan cara melepas hubungan pin-protek ke bagian lain. Cara ini biasanya akan meyebabkan akan ada salah satu part yang terbakar (misalnya IC regulator) jika pesawat dapat menyala.
  • Lacak menggunakan ohm meter untuk mencari bagian regulator yang outputnya short.


005.2 Problem-problem yang menyebabkan protektor tegangan aktip bekerja :

  • Ada salah satu sirkit regulator bagian outputnya short
  • Ada salah satu IC regulator yang rusak (pin-out tidak mengeluarkan tegangan atau short)
  • Ada salah satu IC regulator yang bagian pin-input tidak mendapat tegangan masukan, misalnya disebabkan karena ada resistor atau diode dari tranfo SMPS putus.


006 Protektor ABL
Jika britnes gambar terlalu tinggi dan pesawat dibiarkan terus menerus dalam kondisi seperti ini, maka dapat mengakibatkan :

  • Tranfo flyback kerjanya berat, sehingga beresiko cepat rusak
  • Umur pemakaian tabung gambar menjadi lebih pendek
  • Protektor-ABL digunakan untuk mencegah kedua masalah diatas. Protektor mengambil sampel dari tegangan ABL dan diinputkan ke pin x-ray IC jungel atau ada juga yang diinputkan ke IC mikrokontrol.


006.1 Problem-problem yang dapat memicu protektor-ABL

  • Level britnes over.
  • Kerusakan pada bagian prosesor sinyal video RGB
  • Tidak ada tegangan 180v untuk transistor video drive
  • Adjustmen tegangan screen over
  • Kerusakan tabung gambar (misalnya katode short dengan heater)


007 Protektor-software
Pada saat pesawat dihidupkan pertama kali, mikrokontrol membaca data-data dari IC memori. Kehilangan atau kerusakan data pada IC memori dapat menyebabkan macam-macam problem atau pesawat tidak mau dihidupkan. Pada pesawat model-model baru yang sudah menggunakan komunikasi I2CBus (komunikasi lewat SCL-SDA) dipasang protektor-software yang akan membuat mikrokontrol selalu kembali "power off" jika dihidupkan. Beberapa model ada yang kemudian ditandai dengan "lampu led" yang kedip-kedip (kode-blingking).




007.1 Problem-problem yang dapat memicu protektor-software :

  • IC memori rusak atau isi datanya rusak
  • Jalur komunikasi SDA-SCL ada yang putus atau short
  • Tuner yang dipasang tidak cocok.
  • Ada komponen atau blok pcb modul yang belum terpasang.


008 Protektor pada SMPS (power suply)
Sebagai contoh SMPS paling sederhana yang masih menggunakan 3 buah transistor (C3807, A1015 dan transistor power) problem klasik yang sering terjadi adalah :

  • Problem pada sirkit umpan balik dapat menyebabkan tegangan keluaran B+ over sehingga dapat membahayakan pesawat secara keseluruhan. Misalnya elkonya meletus, pcb gosong terbakar karena over heated, transistor horisontal short.
  • Problem pada sirkit umpan dapat menyebabkan transistor power regulator rusak karena transistor over current (misal disebabkan resistor 47k pada sirkit transistor error detektor pada bagian sekunder nilainya molor).
  • Jika tegangan ac input drops dapat menyebabkan transistor power regulator rusak, karena transistor over current Jika bagian sekunder ada yang short dapat menyebabkan transistor power regulator rusak over current.
Protektor SMPS dirancang untuk membuat agar SMPS "handal tidak mudah rusak" jika ada hal-hal yang tidak beres seperti tersebut diatas. Sirkit SMPS yang menggunakan IC umumnya sudah didesain dengan sistim protektor, yaitu antara lain :

  • Over voltage protektor (OVP)
  • Over current protektor (OCP)
  • Over load protektor
  • Short sirkit protektor
  • Over temperatur protektor


008.1 Sirkit SMPS yang menggunakan 3 buah transistor ada yang sudah diberi protektor "sederhana" untuk mencegah kerusakan transistor power jika sirkit umpan balik ada yang problem. Protektor berupa tambahan sebuah zener diode (umumnya 7.5V) yang diseri dengan sebuah diode biasa pada bagian primer. Kerusakan zener dapat menyebabkan :

  • Tegangan B+ drops
  • Raster mengecil jika tegangan screen dinaikkan
  • Gambar kembang kempis jika level kontras berubah-ubah


008.2 SMPS yang menggunakan IC driver + FET atau hibrid IC (IC driver + FET dalam satu kemasan) sirkit protektor sudah terintregrasi didalam IC. Komponen luar yang mempunyai hubungan dengan bagian protektor hanyalah "sebuah resistor power jenis wirewound" yang biasanya mempunyai nilai kurang dari satu ohm sebagai "sensor over current" untuk mencegah kerusakan power regulatornya.

  • Jika nilai resistor ini berubah menjadi besar maka dapat memicu SMPS protek walaupun kondisinya normal-normal saja
  • Sebaliknya jika nilai resistor ini diganti dengan nilai yang lebih kecil, akan menyebabkan sistim protektor tidak dapat bekerja dengan semestinya
  • SMPS biasanya bekerja "auto start", artinya jika protektor aktip bekerja maka setelah mati akan hidup sendiri lagi. Oleh karena itu SMPS yang problem protek biasanya tegangannya kalau diukur akan goyang-goyang, hal ini disebabkan karena SMPS tersebut dalam kondisi "hidup-mati" sendiri terus menerus.


009 Protektor White-balance SONY
Sepengetahuan kami protektor white-balance hanya  dimiliki oleh merk Sony, dimana tabung gambar akan dibuat gelap jika ada masalah dengan white-balance. Sensor protektor mengambil sampel dari arus IK (AKB) dari ketiga katode RGB.




009.1 Problem yang dapat menyebabkan protektor white balance antara lain adalah :

  • Tabung gambar problem (misal salah satu warna lemah)
  • Adjustmen G2
  • Probelm sirkit RGB amplifier
  • Problem pada sirkit IK (AKB)


009.2 Ada 3 macam proteksi yang membuat raster gelap pada pesawat merk Sony, yaitu

  • Protektor vertikal (problem vertikal)
  • Protektor softwarte (problem komunikasi data SDA/SCL)
  • Protektor white-balance


010 Data contoh lokasi pin protek-input IC mikrokontrol
Polytron chroma TDA8842 (pin-2) protektor vertikal
Polytron HBT 00-02G (pin-42) protektor vertikal
Polytron HBM 00-XX (pin-16) protektor vertikal
Polytron STV2238 (pin-61)
Polytron Onechip STV9302 (pin-62) protektor vertikal


LG M37272 (pin-8)
LG CXP86xx (pin-41)
LG LA76938 (pin-23)


SHARP TDA9381 (pin-8) protektor power suply vertikal dll
SHARP IX245 (pin-63)
SHARP IXC3368 (pin-8)
SHARP IXC080 (pin-63) protektor power suply, (pin-65) protector vertikal, (pin-64) protektor SMPS
SHARP IXC725 (pin-7) protektor power suply, (pin-8) protektor vertikal


SAMSUNG SDA555x (pin-36) protektor vertikal
SAMSUNG TDA12120H (pin-8) protektor vertikal, (pin-43) protektor x-ray


JVC TDA9365 (pin-5)
JVC (pin-13) protektor vertikal, (pin-32) x-ray
JVC MN1873287 (pin-22) protektor audio power suply
JVC M37212M8 (pin-33) protektor regulator 5v, 9v, 11v (pin-48) protektor x-ray


Toshiba OEC7062 (pin-9) protektor B+OVP dan x-ray (heater)
Toshiba OEC7063 (pin-29) protektor B+ OCP dan x-ray (heater)
Toshiba OEC 7074 (pin-8) protektor B+ OCP dan x-ray (heater)
Toshiba OEC 7091 (pin-74) protektor B+ OCP dan x-ray (heater)


TMPA8807CMNG (pin-62) protektor vertikal